Jumat, 31 Mei 2013

macam-macam fungsi pada string



1.    1.    apa yang dimaksud fungsi bahasa C ?
jawab :
Fungsi adalah Bagian dari program yang dimaksudkan untuk mengerjakan suatu tugas tertentu dan letaknya dipisahkan dari program yang menggunakannya. Program daribahasa C dibentuk dari kumpulan-kumpulan fungsi, mulai dari fungsi utama, fungsi pustaka, maupun fungsi yang dibuat oleh pemrograman.
2. sebutkan dan jelaskan macam-macam fungsi ?
Jawab :
Fungsi operasi string
Fungsi-fungsi dalam library string.h antara lain : strcpy, strncpy, strcat, strncat, strcmp, strncmp, strlen.
a.       Strcpy
Berfungsi untuk menyalin (copying) suatu string asal ke variable string tujuan.Bentuk umumnya : strcpy(var_tujuan, string_asal);
b.      Strncpy
Berfungsi untuk menyalin (copying) suatu string asal ke variable string tujuan sebanyak n karakter sesuai yang diinginkan programmer. Bentuk umumnya: strncpy(var_tujuan, string_asal, n);. Dengan n adalah jumlah karakter yang ingin dipindahkan.
Cara menyalin substring di tengah :
Misal :
Char s2[10]
Char s1[15] = “Mar. 15, 2008”
s2 bernilaiberapa?
Strncpy (s2,s1,3) –> s2 bernilai “Jan, “
Strncpy (s2,&s1[5], 2) –> s2 bernilai “15”
c.       Strcat
Berfungsi untuk menambahkan string sumber kebagian akhir dari string tujuan. Bentuk umumnya: strcat(tujuan, sumber);.
d.      Strncat
Berfungsi sama dengan fungsi strcat, yaitu menambahkan string sumber kebagian akhir dari string. Yang membedakan adalah pada jumlah karakter yang dipindahkan. Fungsi ini dapat memindahkan karakter sebanyak n karakter sesuai yang sudah deprogram oleh programmer. Bentuk umumnya: strncat(tujuan, sumber, n);. Dengan n adalah jumlah karakter yang ingin dipindahkan.
e.       Strcmp
Berfungsi untuk membandingkan dua buah string. Hasil dari fungsi ini bertipe integer dengan nilai:
1)       negative, bila string pertama kurang dari string kedua.
2)       Nol, bila string pertama sama dengan string kedua.
3)       Positif, bila string pertama lebih banyak dari string kedua.
Bentuk umumnya: strcmp(string1, string2);
f.        Strncmp
Berfungsi untuk membandingkan n karakter pertama dalam dua buah string. Hasil dari fungsi ini sama dengan hasil dari fungsi strcmp. Bentuk umumnya:
Strncmp(string1, string2, n);. Dengan n adalah jumlah karakter yang ingin dibandingkan.
g.      Strlen
Berfungsi untuk memperoleh jumlah karakter dari suatu string. Bentuk umumnya: strlen(string);
Fungsi dari library ctype.h :
Fungsi operasi karaktek
a.       Isalpha
Merupakan fungsi operasi karakter dengan tolak ukur fungsi akan bernilai benar jika argument dalam syntax tersebut merupakan karakter yang berupa huruf dalam alphabet. Bentuk umumnya: isalpha(char);.
b.     Isdigit
Merupakan fungsi operasi karakter dengan tolok ukur syntax akan menghasilkan nilaibenar (bukan nol) bila karakter merupakan sebuah angka (digit) dari nol sampai sembilan. Bentuk umum: isdigit(char);.
c.       Islower
Merupakan fungsi operasi karakter dengan tolokukur syntax ini bernilai benar (bukan nol) jika karakter merupakan huruf kecil.
Bentuk umumnya: islower(char);.
d.      Isupper
Merupakan fungsi operasi karakter dengan tolok ukur fungsi ini akan menghasilkan nilai benar (bukan nol) jika karakter merupakan huruf capital.
Bentuk umumnya: isupper(char);.
e.       Ispunct
Merupakan fasilitas  yang ada dalam ctype.h yang berfungsi untuk memasukkan karakter yang berupa tanda baca (punctuation), tidak termasuk didalamnya karakter spasi, huruf alphabet, dan angka (digit).
Bentuk umumnya: ispunct(char);.
f.        Isspace
Merupakan fasilitas  yang ada dalam ctype.h yang berfungsi pada karakter-karakter seperti spasi, newline tab, dan tab. Contoh penggunaannya:
c=getchar();
while(isspace(c) && c!=EOF)
c=getchar();
g.      Tolower
Fungsi ini akan merubah huruf capital menjadi hurufkecil.
Bentuk umum: tolower(char);.
h.       Toupper
Fungsi ini akan merubah huruf kecil menjadi huruf kapital.
Bentuk umum: toupper(char);

Fungsi mathematic
%3d dan %-3d
int x=1;
%3d akan mencetak : _ _ 1  tetap member jarak 2 spasi
%-3d akan mencetak : 1  spasi kosong akan dihilangkan
Pada fungsi scanf, kita harus menyertakan symbol & pada variabel yang diacu karena symbol &berguna sebagai operator address-of. Jika kita menghilangkan symbol tersebut, maka program akan error tetapi jika kita menginputkan string program tetap berjalan normal.

matriks penjumlahan



PENJUMLAHAN
Duabuahmatriksdapatdijumlahkanapabilaukuran (ordo) keduamatrikstersebutsama.
Penjumlahanduamatriksdilakukandenganmenjumlahkansetiapelemenseletakpadakeduamatrikstersebut.

Untukmenambahkanbilanganmatriksharusordo yang sama ,jikaordonyaberbedamakahasilnyaakanberbedajuga, untukmenambahkannyadengancaraharusmenyesuaikankolomdanbarispadamatriks, hasilnyaakansepertidibawahini, gambardibawahinimemakaiordo 3x3.
1.       A=  3  4  3                             3    6  7                                   6  10  10
       2 -1 4              +             10  5  1                   =             12  4   5
1  2  7                     7    1  1                                   8    3   8
(3+3)   (4+6)   (3+7) 
 (2+10) (-1+5) (4+1)
(1+7)   (2+1)   (7+1)

Jikamatriksdiatasmenggunakanordo 3x3 , makamatriksdibawahinimenggunakan 2x2 , caranyasamasepertidiatashanya yang membedakannyacumamemakaiordo 2x2 danharusmenyesuaikankolomdanbarispadamatriks, makahasilnyaakansepertidibawahini.
B= 1 4                    +             10 7                        =             11 11
2 5                                          -1  6                                        1   11
 (1+10) (4+7)
 (2+-1)  (5+6)


PERKALIAN
Perkalianskalar (bilangan real) A denganmatriks B adalah AB.
HasilperkaliandiperolehsetelahsetiapelemenpadamatriksAdikalikandengan Bdanhasilnyaberupamatriksbarudenganelemen-elemennyamerupakanhasilkelipatandenganskalar Bdanordonyasamadenganordomatriks A.
Untukmengalikanpadabilanganmatriksharusmengalikan 2 buahmatriksdengancaramengalikanbarisdankolmpadamatriks, matriksdibawahinimenggunakanordo 2x2, makahasilnyasepertidibawahini.
2.       A= 6 7                                    1 3                                         
4 2                          .               2 4         
       =      (6x1+7x2) (6x3+7x4)
(4x1+2x2) (4x3+2x4)
=             20 46
                8   20
Jikamatriksdiatasmenggunakanordo 2x2 , makamatriksdibawahinimenggunakan 3x3 , caranyasamasepertidiatashanya yang membedakannyacumamemakaiordo 3x3danharusmenyesuaikankolomdanbarispadamatriks, makahasilnyaakansepertidibawahini.
B= 6 -9 7                               2 2 1
5  4 3      .               3 3 1                      
2  1 4                      1 2 1

 = (6x2+(-9)x3+7x1) (6x2+(-9)x3+7x2) (6x1+(-9)x1+7x1)
(5x2+   4  x3+3x1) (5x2+   4 x3+3x2) (5x1+  4  x1+3x1)
(2x2+   1  x3+4x1) (2x2+   1 x3+4x2) (2x1+  1  x1+4x1)
= -8  -1    4
25 28 12
11 15   7


TRANSPOSE MATRIKS
Yang dimaksuddengan Transpose darisuatumatriksadalahmengubahkomponen-komponendalammatriks, dari yang barismenjadikolom, dan yang kolom di ubahmenjadibaris.
3.       A= 1 4 1                ,               B= 1 6 2
      2 5 1                       2 7 2
      3 6 1                       4 2 1
Ditanyahasildari ?
a.       (A+B)T  = AT+BT
b.      (AT)T    = A
c.       (AB)T   = BT . AT
JAWAB!
Cara untuk transpose padamatriks, diubahdulu yang barismenjadikolomdan yang kolommenjadibaris, jikasudahdiubah, lalumatriks yang sudahdiubahdijumlahkanmenggunakanordo 3x3 setelahdijumlahkanmakahasilnyasepertidibawahini.
a.       (A+B)T =      AT           +             BT
1 2 3                       1 2 4                                       2     4  7
4 5 6       +             6 7 2                       =             10 12 8
1 1 1                       2 2 1                                       3     3  2 



Jika transpose diatasmengunakanoperasipenjumlahan, lalumatriksdibawahinihanyadi transpose sajadantidakmenggunakanpenjumlahan, penguranganmaupunperkalian, hanyamatriks yang diubahtransposenyasaja, makahasilnyasepertidibawahini.
b.      (AT)T =         A
1 4 1
                        2 5 1
                        3 6 1
Jika transpose diatastidakmengunakanmatrikpenjumlahan, penguranganmaupunperkaliantetapimatriksdibawaahinimenggunakanperkaliandanmenggunakanordo 3x3, carauntuktransposenyabarisdiubahmenjadikolomdankolomdiubahmenjadibaris, setelahsudahditanspose ,lalukalikan transpose A dan B tetapidibalikmenjadi  BT dan AT makahasilnyasepertidibawahini.

c.       (AB)T =         BT           .               AT
1 2 4                       1 2 3
6 7 2       .               4 5 6       =
2 2 1                       1 1 1
                                    =         (1X1+2X4+4X1) (1X2+2X5+4X1) (1X3+2X6+4X1)
                                                (6X1+7X4+2X1) (6X2+7X5+2X1) (6X3+7X6+2X1)
                                                (2X1+2X4+1X1) (2X2+2X5+1X1) (2X3+2X6+1X1)
                                   =          13 16 19
                                                36 49 62
                                                11 15 19

Selasa, 23 April 2013

wawasan nusantara


WAWASAN NUSANTARA

 

KEANEKARAGAMAN BANGSA INDONESIA DAN POTENSI KONFLIK


BAB I
PENDAHULUAN

Latar belakang
Indonesia adalah negara yang kaya akan sumber daya alam dan memiliki keberagaman suku,agama,ras,budaya dan bahasa daerah. Indonesia meliliki lebih dari 300 suku bangsa. Dimana setiap suku bangsa memiliki kebudayaan yang berbeda-beda antara satu dengan yang lain. suku bangsa merupakan bagian dari suatu negara. Dalam setiap suku bangsa terdapat kebudayaan yang berbeda-beda.selain itu masing-masing suku bangsa juga memiliki norma sosial yang mengikat masyarakat di dalamnya agar taat dan melakukan segala yang tertera didalamnya. Setiap suku bangsa di indonesia memiliki norma-norma sosial yang berbeda-beda. Dalam hal cara pandang terhadap suatu masalah atau tingkah laku memiliki perbedaan. Ketika terjadi pertentangan antar individu atau masyarakat yang berlatar belakang suku bangsa yang berbeda,mereka akan mengelompok menurut asal-usul daerah dan suku bangsanya (primodialisme). Itu menyebabkan pertentangan\ketidakseimbangan dalam suatu Negara (disintegrasi). Secara umum, kompleksitas masyarakat majemuk tidak hanya ditandai oleh perbedaan-perbedaan horisontal, seperti yang lazim kita jumpai pada perbedaan suku, ras, bahasa, adat-istiadat, dan agama. Namun, juga terdapat perbedaan vertikal, berupa capaian yang diperoleh melalui prestasi (achievement). Indikasi perbedaan-perbedaan tersebut tampak dalam strata sosial ekonomi, posisi politik, tingkat pendidikan, kualitas pekerjaan dan kondisi permukiman.
Sedangkan perbedaan horisontal diterima sebagai warisan, yang diketahui kemudian bukan faktor utama dalam insiden kerusuhan sosial yang melibatkan antarsuku. Suku tertentu bukan dilahirkan untuk memusuhi suku lainnya. Bahkan tidak pernah terungkap dalam doktrin ajaran mana pun di Indonesia yang secara absolut menanamkan permusuhan etnik.
Sementara itu, dari perbedaan-perbedaan vertikal, terdapat beberapa hal yang berpotensi sebagai sumber konflik, antara lain perebutan sumberdaya, alat-alat produksi dan akses ekonomi lainnya. Selain itu juga benturan-benturan kepentingan kekuasaan, politik dan ideologi, serta perluasan batas-batas identitas sosial budaya dari sekelompok etnik. Untuk menghindari diperlukan adanya konsolidasi antar masyarakat yang mengalami perbedaan. Tetapi tidak semua bisa teratasi hanya dengan hal tersebut. Untuk menuju integritas nasional yaitu keseimbangan antar suku bangsa diperlukan toleransi antar masyarakat yang berbeda asal-usul kedaerahan. Selain itu faktor sejarah lah yang mempersatukan ratusan suku bangsa ini. Mereka merasa mempunyai nasib dan kenyataan yang sama di masa lalu. Kita mempunyai semboyan Bhineka Tunggal Ika. Yaitu walaupun memiliki banyak perbedaan,tetapi memiliki tujuan hidup yang sama. Selain itu,pancasila sebagai idiologi yang menjadi poros dan tujuan bersama untuk menuju integrasi,kedaulatan dan kemakmuran bersama.

BAB II
PEMBAHASAN

Pengertian Wawasan Nusantara
            Cara pandang bangsa Indonesia tentang diri dan lingkungannya yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 serta sesuai dengan geografi wilayah nusantara yang menjiawai kehidupan bangsa dalam mencapai tujuan atau cita-cita nasional.
Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Wawasan Nusantara
    1. Wilayah.
    2. Geopolitik dan Geostrategi.
    3. Perkembangan wilayah Indonesia dan dasar hukumnya.

KEANEKARAGAMAN BANGSA INDONESIA DAN POTENSI KONFLIK

 

Terjadi dua kali kerusuhan berskala besar antara suku Dayak dan Madura, yaitu peristiwa sampit (2001), dan Senggau Ledo (1996). Kedua kerusuhan ini merembet ke hampir semua wilayah Kalimantan dan berakhir dengan pengusiran dan pengungsian ribuan warga Madura, dengan jumlah korban hingga mencapai 500-an orang. Perang antar suku ini menjadi masalah sosial yang me-nasional.
Ada empat hal yang menjadi penyebab terjadinya perang suku antara suku Dayak dan suku Madura :
1.    Perbedaan antara dayak-madura
Perbedaan budaya jelas menjadi alasan mendasar ketika perang antar suku terjadi. Masalahnya sangat sederhana, tetapi ketika sudah berkaitan dengan kebudayaan, maka hal tersebut juga berkaitan dengan kebiasaan.
Misalanya permasalahan senjata tajam. Bagi suku dayak, senjata tajam sangat dilarang keras dibawa ketempat umum. Orang yang membawa senjata tajam kerumah orang lain, walaupun bermaksud bertamu, dianggap sebagai ancaman atau ajakan berduel. Lain halnya dengan budaya suku madura yang biasa menyelipkan senjata tajam kemana-mana dan dianggap biasa ditanah kelahirannya.
Bagi suku dayak, senjata tajam bukan untuk menciderai orang. Bila hal ini terjadi, pelakunya harus dikenai hukuman adat pati nyawa (bila korban cidera) dan hukum adat pemampul darah (bila korban tewas). Namun, bila dilakukan berulang kali, masalahnya berubah menjadi masalah adat karena dianggap sebagai pelecehan terhadap adat sehingga simbol adat “mangkok merah” (Dayak Kenayan) atau “Bungai jarau” (Dayak Iban) akan segera berlaku. Dan itulah yang terjadi dicerita perang antar suku Dayak-Madura.
2.    Perilaku yang tidak menyenangkan
Bagi suku Dayak, mencuri barang orang lain dalam jumlah besar adalah tabu karena menurut mereka barang dan pemiliknya telah menyatu; ibarat jiwa dan badan. Bila dilanggar, pemilik barang akan sakit. Bahkan, bisa meninggal. Sementara orang madura sering kali terlibat pencurian dengan korbannya dari suku dayak. Pencurian yang dilakukan inilah yang menjadi pemicu pecahnya perang antara suku dayak dan madura.
3.    Pinjam meminjam tanah
Adat suku dayak membolehkan pinjam meminjam tanah tanpa pamrih. Hanya dengan kepercayaan lisan, orang madura diperbolehkan menggarap tanah orang dayak. Namun, persoalan timbul saat tanah tersebut diminta kembali. Seringkali orang madura menolak mengembalikan tanah pinjaman tersebut dengan alasan merekalah yang telah menggarap selama ini.
Dalam hukum adat Dayak, hal ini disebut balang semaya (ingkar janji) yang harus dibalas dengan kekerasan. Perang antar suku Dayak dan Madura pun tidak dapat dihindarkan lagi.
4.    Ikrar perdamaian yang dilanggar
Dalam tradisi masyarakat Dayak, ikrar perdamaian harus bersifat abadi. Pelanggaran akan dianggap sebagai pelecehan adat sekaligus pernyataan permusuhan. sementara orang Madura telah beberapa kali melanggar ikrar perdamaian. Dan lagi-lagi hal tersebutlah yang memicu perang antar suku tersebut.

Karakteristik budaya
Budaya memiliki sifat universal, artinya terdapat sifat-sifat umum yang melekat pada setiap budaya, kapan pun dan dimanapun budaya itu berada. Adapun sifat itu adalah

a. kebudayaan adalah milik bersama.
b. kebudayaan merupakan hasil belajar.
c. kebudayaan didasarkan pada lambang.
d. kebudayaan terintegrasi.
e. kebudayaan dapat disesuaikan.
f. kebudayaan selalu berubah.
g. kebudayaan bersifat nisbi (relatif).
Penyebab konflik social

Konflik dilator belakangi oleh perbedaan ciri-ciri yang dibawa individu dalam suatu interaksi. perbedaan-perbedaan tersebut diantaranya adalah menyangkut ciri fisik, kepandaian, pengetahuan, adat istiadat, keyakinan, dan lain sebagainya. Secara umum faktor penyebab konflik meliputi :

1.    Perbedaan individu, yang meliputi perbedaan pendirian dan perasaan.
Setiap manusia adalah individu yang unik. Artinya, setiap orang memiliki pendirian dan perasaan yang berbeda-beda satu dengan lainnya. Perbedaan pendirian dan perasaan akan sesuatu hal atau lingkungan yang nyata ini dapat menjadi faktor penyebab konflik sosial, sebab dalam menjalani hubungan sosial, seseorang tidak selalu sejalan dengan kelompoknya.

2.    Perbedaan latar belakang kebudayaan sehingga membentuk pribadi-pribadi yang berbeda.
Seseorang sedikit banyak akan terpengaruh dengan pola-pola pemikiran dan pendirian kelompoknya. Pemikiran dan pendirian yang berbeda itu pada akhirnya akan menghasilkan perbedaan individu yang dapat memicu konflik.

3.    Perbedaan kepentingan antara individu atau kelompok.
Manusia memiliki perasaan, pendirian maupun latar belakang kebudayaanyang berbeda. Oleh sebab itu, dalam waktu yang bersamaan, masing-masing orang atau kelompok memiliki kepentingan yang berbeda-beda. Kadang-kadang orang dapat melakukan hal yang sama, tetapi untuk tujuan yang berbeda-beda. Di sini jelas terlihat ada perbedaan kepentingan antara satu kelompok dengan kelompok lainnya sehingga akan mendatangkan konflik sosial di masyarakat. Konflik akibat perbedaan kepentingan ini dapat pula menyangkut bidang politik, ekonomi, sosial, dan budaya.

4.    Perubahan-perubahan nilai yang cepat dan mendadak dalam masyarakat.
Perubahan adalah sesuatu yang lazim dan wajar terjadi, tetapi jika perubahan itu berlangsung cepat atau bahkan mendadak, perubahan tersebut dapat memicu terjadinya konflik sosial. Misalnya, pada masyarakat pedesaan yang mengalami proses industrialisasi yang mendadak akan memunculkan konflik sosial sebab nilai-nilai lama pada masyarakat tradisional yang biasanya bercorak pertanian secara cepat berubah menjadi nilai-nilai masyarakat industri. Nilai-nilai yang berubah itu seperti nilai kegotongroyongan berganti menjadi nilai kontrak kerja dengan upah yang disesuaikan menurut jenis pekerjaannya. Hubungan kekerabatan bergeser menjadi hubungan struktural yang disusun dalam organisasi formalperusahaan. Nilai-nilai kebersamaan berubah menjadi individualis dan nilai-nilai tentang pemanfaatan waktu yang cenderung tidak ketat berubah menjadi pembagian waktu yang tegas seperti jadwal kerja dan istirahat dalam dunia industri. Perubahan-perubahan ini, jika terjadi seara cepat atau mendadak, akan membuat kegoncangan proses-proses sosial di masyarakat, bahkan akan terjadi upaya penolakan terhadap semua bentuk perubahan karena dianggap mengacaukan tatanan kehiodupan masyarakat yang telah ada.
Dari penjelasan diatas, konflik pada masyarakat majemuk Indonesia ditemukan sifat yang sangat tajam, karena di samping berbeda secara horisontal, kelompok-kelompok itu juga berbeda secara vertikal, menunjukkan adanya polarisasi. Artinya bahwa disamping terdiferensiasi secara kelompok etnik agama dan ras juga ada ketimpangan dalam penguasaan dan pemilikan sarana produksi dan kekayaan. Ada ras, etnik, atau penganut agama tertentu yang akses dan kontrolnya pada sumber-sumber daya ekonomi lebih besar, sementara kelompok yang lainnya sangat kurang. Kemudian juga, akses dan kontrol pada sektor politik yang bisa dijadikan instrumen untuk pemilikan dan penguasaan sumber-sumber daya ekonomi, juga tidak menunjukkan adanya kesamaan bagi semua kelompok.

Penghentian Konflik

Penghentian konflik dilakukan melalui:

a. penghentian kekerasan fisik; dilakukan dibawah koordinasi dari POLRI. POLRI dalam menghentikan kekerasan fisik melibatkan tokoh masyarakat, tokoh agama, dan/atau tokoh adat.
b. penetapan Status Keadaan Konflik; Status Keadaan Konflik ditetapkan apabila konflik tidak dapat dihentikan oleh POLRI dan tidak berjalan fungsi Pemerintahan.
c. tindakan darurat penyelamatan dan perlindungan korban,
d. bantuan pengerahan sumber daya TNI.



BAB III
Penutup

Menurut pendapat saya di dalam konflik ini tidak ada yang dapat disalahkan, walaupun cenderung madura lah yang salah. Pada intinya didalam konflik ini hanya tidak ada jiwa pancasilanya. Karena konflik ini tidak akan bisa besar kalau seandainya ada jiwa pancasila sesuai dengan sila-sila dinegara ini. Dilihat dari kerasnya watak-watak suku dayak dan madura dan tidak ada jiwa kemanusiaannya.
Perbedaan adat istiadat di suatu daerah sangat berbeda-beda harusnya sebagai perantau dapat beradaptasi sesuai dengan adat disekitarnya, dan bisa bisa bersosialisasi dengan suku didaerah tersebut


Daftar pustaka